teman ku pernah berkata “aku tak tahu aku harus bagaimana ?, aku tak tahu apa yang sebenarnya aku inginkan”,
aku menjawab “bermimpilah, buatlah harapan akan hidupmu, teruslah bermimpi sehingga semakin kuat pula harapanmu, semakin besar pula usahamu untuk meraihnya, bermimpilah meski mimpimu terlihat bodoh dan konyol”
“mimpi dan harapan memberi arah kemana kita ingin menuju, hanya saja jalannya yang belum terlihat, entah menurun, mendaki, curam, penuh duri atau hanya terbentang lurus, semakin kau menjaga mimpi itu, semakin terang pula cahaya yang memandumu, semakin pula kau melupakan perih nya terjatuh, semakin kuat dan kokoh pula setiap langkah-langkahmu.”
“yang terpenting dari semua itu bukanlah hasil dari mimpi dan harapanmu, tapi proses bagaimana kamu mencoba untuk meraihnya, kau telah melihat jalan yang pernah terlalui, kau pernah merasakan luka yang kau alami, kau tak kan merasa lemah lagi ketika kau harus berjalan lebih jauh.”
“bersyukurlah ketika kau meraih mimpimu, karena Sang Pemberi Hidup lah dibalik segalanya. dan jika kau tak mendapatkanya janganlah padamkam semangat mu, lihatlah .. bukankah kau berada lebih dekat pada harapanmu, jauh lebih dekat dari saat kau memulainya dahulu, kau telah mengingat setiap jejakmu, setiap liku jalanmu, setiap persimpangan yang kau temui, rehatlah sejenak dan pilihan jalan lain yang tampak bagimu, bukankah kau telah mengerti bagaimana melaluinya… dan bahwasannya kau tidak kehilangan apapun… sedikitpun.”
nah, temanku … untuk bisa bermimpi, kita harus … tidur dulu @_@ %%^**&$$#

