Category Archives: Qatar stories

Berkunjung ke Souq Waqif di Doha, Qatar

Selesai berkunjung ke Museum of Islamic Art (baca postingan nya di sini), aku pun melanjutkan perjalananku ke Souq Waqif, jarak kedua tempat tersebut memang berdekatan jadi aku hanya butuh berjalan kaki.

Setelah sekitar 10 menit berjalan kaki menyusuri tepi laut tibalah aku di Souq Waqif, tempat ini adalah tempat terfavorit aku di seluruh Qatar, aku telah mengunjunginya berkali-kali sejak pertama kali datang disini. Souq sendiri berarti pasar dalam bahasa arab, tempat ini merupakan salah satu pasar tradisional tertua yang ada di Qatar.

Pada awalnya tempat ini hanya menjadi tempat menjual mutiara (pendapatan utama Qatar sebelum mereka menyadari bahwa mereka memiliki gas dan minyak bumi yang melimpah). Namun sekarang tempat ini telah berkembang menjadi salah satu tujuan wisata yang unik, menarik serta eksotis.

Arsitektur bangunan-bangunan nya pun sangat khas, benar-benar merasa seperti di negara arab *lho, emang iya kan?* . maksudnya bangunan-bangunan nya memiliki arsitektur kuno arab yang sangat khas, dan terus dipertahankan sehingga menjadi daya tarik bagi souq waqif itu sendiri.

Di tempat ini kita dapat menemukan banyak hal, seperti layaknya pasar, banyak pedagang yang menjual bumbu, rempah-rempah, pakaian, kain-kain, parfum, wewangian, perhiasan khas arab, batu, souvenir hingga hewan peliharaan, pokoknya hampir semua ada disini. Bagi para pengunjung yang datang namun tidak berminat untuk berbelanja, di Souq Waqif  juga terdapat banyak restoran, coffee shop, café-café hingga hotel.

Kebanyakan para wisatawan datang kesini untuk berjalan-jalan dan bersantai sembari menikmati sheesha yang tersedia hampir disemua tempat. Harga-harganya pun bervariatif, jika di dalam pasarnya kita dapat dengan bebas  menawar barang yang kita inginkan, kemudian untuk sheesa harga nya mulai dari 25 QR, dan untuk makanan sendiri tergantung dari restoran yang kita pilih, ada yang murah, sedang dan juga mahal serta exclusive, kalau aku sih lebih suka makan di sebuah restoran turki kecil di salah satu sudut Souq Waqif, mereka punya chicken barbeque yang enak dan harganya pun sangat murah ^^

Chicken Barbeque dan Paratha

Meskipun aku telah mengunjunginya berkali-kali namun aku tidak pernah merasa bosan, seakan-akan tempat ini memiliki misteri yang dapat terus menarik pengunjung untuk selalu datang kesana, dan akupun juga pasti akan sering datang kesana lagi untuk berburu oleh-oleh murah untuk dibawa pulang nanti, ada yang mau?? Hehehe …

Uniknya tempat ini hanya ramai dimalam hari hingga dini hari, toko-toko nya baru buka jam 4 sore. Waktu pertama aku kesini aku datang siang-siang, alhasil hampir semua tokonya masih tutup, aku pun bingung lalu aku bertanya pada seseorang yang kutemui disana, barulah aku tahu kalau disini semua aktivitas dilakukan mulai jam 4 sore, pagi-pagi mereka juga buka dari pukul 7 dan tutup jam 12 siang, kemudian buka lagi jam 4 sore. Walau ada sih satu atau dua toko yang buka sepanjang hari. Dan akhirnya aku pun pergi duduk ditepi pantai menunggu  sampai jam 4 sore.

Musim seperti sekarang ini sebenarnya kurang enak untuk jalan2 disana karena udaranya panas bahkan dimalam hari sekalipun dan kadang anginnya pun sangat kencang, namun tetap saja orang ramai berkunjung kesana.

So … sobat-sobat sekalian tertarik untuk datang ke Souq Waqif? Jika kebetulan ada yang datang ke Qatar, jangan lupa mampir ya, gak akan nyesel deh .. hehehe

Koleksi Foto2 di Souq Waqif :

narsis ah .. ^^

waktu masih kurus ... hehe

Mengenal Dean & Deluca , Surga para pecinta masak dan makanan

Bagi yang gemar masak-memasak, atau penggemar makanan mungkin Dean & Deluca merupakan surga buat anda, gourmet store yang berawal dan berpusat di New York ini memang menyediakan segalanya yang anda butuhkan untuk keperluan kuliner anda. Mulai dari bumbu-bumbu, keju, daging, sayur dan buah, roti,coklat hingga alat-alat dapur semuanya tersedia disini, tidak hanya itu saja, Dean & Deluca juga menyajikan berbagai hidangan siap saji, salad, sandwich, pastry ataupun secangkir kopi yang lezat.

Barang-barang yang ditawarkan pun memang bukan barang sembarangan, semuanya adalah hasil seleksi terbaik dari berbagai negara di dunia yang memiliki keunikan tersendiri didalamnya. Tak heran harganya pun sangat tinggi, anda harus merogoh kocek sedikit lebih dalam jika ingin mendapatkan makan malam istimewa ala Dean & Deluca.

Semuanya bermula pada bulan September 1977 ketika Joel Dean dan Giorgio Deluca membuka toko pertama mereka di Soho, New York, mereka telah berkeliling dunia guna mencari bahan-bahan makanan yang khas dari tiap Negara dan membawanya ke pasar Amerika. Balsamic Vinegar, Pesto, dan Olive Oil adalah 3 produk awal yang mereka temukan dan perkenalkan. Hasil jerih payah dan impian mereka untuk memberikan pengalaman yang luar biasa dalam memasak dan menyantap makanan terwujud, dan terus berkembang hingga saat ini. Kini mereka telah memiliki ratusan cabang yang tersebar di berbagai Negara dan masih akan terus bertambah.

“Every product tells a story” , setiap produk mememiliki cerita sendiri dibaliknya, yang ternyata sangat menarik untuk diketahui dan akan memberi pengalaman tersendiri bagi anda dalam menikmatinya. Seperti spinosi pasta dari Italy yang dibuat menggunakan 10 butir telur per satu kilo tepungnya, Savannah Bee Honey dari Amerika yang didirikan oleh seorang mantan jurnalis yang banting stir menjadi pengusaha madu. Balsamic Vinegar dari Italy yang telah melalui proses “penuaan” hingga 50 bahkan 100 tahun *yang ini mahalnya minta ampun*, juga bagaimana sebotol Extra Virgin Olive Oil dihasilkan, Dan banyak lagi produk-produk makanan dalam kemasan lainnya yang unik dan menarik yang mungkin belum pernah anda temui sebelumnya.

Bagi yang pernah nonton film Julie & Julia, The Devil Wears Prada, The Terminal. Nama Dean & Deluca tersebut atau terlihat di dalamnya … ^^

Apakah ada produk Indonesia yang dijual di Dean & Deluca? , tentu saja ada, walau hanya sedikit. Saya pernah menemukan fillet ikan tuna segar yang berasal dari Indonesia, kemudian ada sebuah perusahaan Jerman yang mengkhususkan diri memproduksi produk-produk dari Asia, namanya “Lien Ying”. Perusaahaan tersebut memproduksi beberapa produk dari Indonesia seperti kecap manis, sambal oelek terasi, sambal nasi goreng, bumbu satay dan lain-lain. Namun kalau rasanya sih kayanya masih jauh lebih enak yang beneran authentic buatan Indonesia, tapi tak apalah setidaknya ada produk “berbau” Indonesia yang di jual dan diperkenalkan di pasar internasional. Tapi produk Indonesia juga berperan di dalam kegiatan operasional Dean & Deluca lho, keranjang keranjang rotan yan digunakan buat display itu semuanya made in Indonesia. *Bangga*

Di beberapa lokasi Dean & Deluca bukan merupakan toko yang besar, tapi hanya berupa café maupun coffee shop. Dan untuk Dean & Deluca di timur tengah anda tidak akan menemukan Wine  dan tentu saja daging babi.

Nah bagi anda yang ingin mencoba pengalaman baru dalam masak memasak atau dalam menyantap makanan, Dean & Deluca bisa menjadi tempat yang cocok buat anda. Untuk lokasinya di Asia, Dean & Deluca dapat ditemui di Bangkok, Taipei, Tokyo dan segera buka di Korea dan Turki. Dan di timur tengah Dean & Deluca hadir di Kuwait, Qatar, Dubai.

Selamat makan.

DEAN & DELUCA, Purveyor of fine food

————————————————————————————————

Bagi saya pribadi, sebagai seorang karyawan dan bagian dari opening team di Dean & Deluca Qatar,itu adalah suatu pengalaman yang tak ternilai, dimana kita bisa mengetahui dan mempelajari tentang keberagaman kuliner dari seluruh dunia yang tak pernah saya ketahui (bahkan terbayangkan) sebelumnya.

Ketika pada awal training tentang “product knowledge”, saya benar-benar excited dan kagum, yang kemudian membuat saya ingin berbagi apa yang telah saya ketahui kepada orang lain, saya merasa senang saja ketika menjelaskan kepada kepada orang lain dan orang lain pun tertarik dan menjadi tahu tentang hal tersebut. Seperti ketika ada seseorang yang bertanya tentang teh, kemudian saya jelaskan panjang lebar tentangnya, mulai dari sejarah, jenis-jenis nya dan proses pembuatannya hingga khasiatnya. Benar benar hal yang menyenangkan ketika seseorang tersebut pada akhirnya membeli produknya namun bukan hanya produk yang dia dapatkan, tapi juga sedikit pengetahuan yang telah saya bagi.

Saya pada awal-awal Dean & Deluca buka di Qatar berkerja sebagai sales associate di departemen makanan kemasan, sangat menyenangkan melihat pengunjung yang datang, dari berbagai kewarganegaraan dan bisa berbincang-bincang dengan mereka tentang produk-produk yang ditawarkan atau bahkan kadang saya juga mendapat pengetahuan baru dari pengunjung tersebut. Sungguh pengalaman yang menyenangkan, kini saya bekerja didalam karena lebih dipercaya untuk menangani urusan logistic, seperti penerimaan barang, order, inventory dan lain-lain.

before opening

Caviar

ket. gambar:

Caviar-caviar yang dijual di Dean & Deluca Qatar. yang paling mahal di gambar tertera QR. 1599/piece atau sekitar 3.9 juta/ buah .itu ukurannya kecil lho, mungkin hanya 25 -50 gram. Nah klo yang GOLD Caviar itu emang ada emasnya didalamnya lho, dicampur di caviarnya, emas 24 karat yang bisa dimakan tentunya ^^, gak percaya?? silakan liat di sini

Video yg aku ambil beberapa minggu sebelum Dean & Deluca Qatar buka, masih dalam persiapan

Mungkin jika ada waktu saya akan membuat posting tentang produk yang dijual disana.

Feisa Januar Firmansyah

Jalan-jalan ke Museum of Islamic Art , Doha, Qatar

Berada di luar negeri belum lengkap rasanya jika belum berbagi pengalaman dan bercerita tentang tempat2 yang menarik yang pernah dikunjungi, walaupun sebenarnya disini tidak begitu banyak tempat bagus yang bisa dikunjungi dan aku juga sibuk dengan pekerjaan hingga jarang ada waktu luang untuk jalan-jalan. Namun aku akan berbagi cerita tentang beberapa tempat yang pernah atau sering aku kunjungi selama disini.

Museum of Islamic Art.

Salah satu daya tarik wisata yang ada di Doha adalah Museum of Islamic Art, dimana didalamnya menyimpan benda-benda yang memiliki peranan penting dalam sejarah agama Islam yang dikumpukan dari berbagai negara di dunia. Koleksinya mencakup tiga benua dan lebih dari satu millennium, koleksi tertua di museum ini dimulai dari abad ke 7.

Museum yang terletak di pinggir pantai Doha Corniche ini  memiliki arsitektur yang indah dan megah, letaknya yang menjorok ke laut memberi keindahan dan daya tarik tersendiri dilokasi tersebut yang tidak mungkin terlewatkan oleh mata kita jika kita melintas di daerah itu. Bangunan museum tersebut di rancang oleh arsitek ternama dunia I. M. Pei, dia juga yang terkenal dengan rancangan Pyramid nya di Louvre Museum di Paris dan juga banyak gedung2 iconic lainnya di seluruh dunia.

Aku sudah dua kali berkesempatan untuk mengunjungi nya, aku berkunjung dua kali karena pada kunjungan yang pertama aku tidak sempat melihat semua karena museum nya keburu tutup (museum tutup pukul 17:30). Di kunjungan ke dua ini pun aku datangnya mepet banget, karena bangun kesiangan dan banyak yang harus dikerjakan dulu dirumah. Hehehe …  Pada kunjungan kali ini aku juga berkesempatan mengambil beberapa foto, baik di luar maupun di dalam museum, para pengunjung memang diperbolehkan untuk mengambil gambar di dalam museum.

Arsitektur di dalam museum pun sangat indah dan megah, sebelum kita masuk kita diharuskan men-scan barang bawaan kita seperti di airport, kemudian kita diberi tiket pengunjung dan brosur tentang museum tersebut. Di lobby lantai dasar  terdapat sebuah coffee shop yang menyatu dengan toko souvenir. Lalu terdapat ruang pameran, auditorium dan juga sebuah jendela besar yang menghadap langsung ke laut. Kita bisa menikmati kopi sambil memandang ke laut, sungguh sesuatu yang sangat menyenangkan.

Naik kelantai selanjutnya kita akan menemukan galeri pameran pertama, ruang pameran tersebut berbentuk melingkar, didalamnya terdapat ruangan2 yang dipisahkan berdasarkan kategori2 tertentu. Di lantai dua galeri disusun berdasarkan tema dari koleksinya yaitu calligraphy, figures art, patterns, dan science in art *favorit aku tuh*

Di lantai berikutnya kita menemui ruangan galeri yang sama persis dengan lantai sebelumnya, koleksi disini disusun berdasarkan kronologisnya secara berseri dari dinasti Islam paling tua hingga yang terbaru.

Setelah puas berkeliling dan mengambil foto aku pun bergegas pulang karena waktu menunjukkan pukul 17:20, hanya ada 10 menit lagi sebelum museum tutup, … oya musholla dan toilet berada di lantai dasar, musholla dan toilet nya pun sangat nyaman. Terdapat pula keran untuk air minum bagi para pengunjung.

Usai sudah kunjunganku ke Museum of Islamic art di Doha hari itu, sebenarnya ada beberapa tempat lagi didalam museum yang tidak bisa aku kunjungi seperti perpustakaan ….., dll.  Aku keluar dari museum sekitar pukul 17:35 , lalu aku berjalan menyusuri corniche  untuk kemudian menuju tempat favoritku, Souq Waqif dan makan malam disana.

Aku akan bercerita tentang Souq Waqif pada postingan selanjutnya. ….. sampai jumpa ^^

Foto2 : koleksi pribadi pake kamera hape …

Sedikit tentang Qatar

Qatar hanyalah sebuah negara kecil berbentuk semenanjung di timur tengah, berbatasan dengan Arab Saudi di sebelah selatan dan teluk Persia di sebelah utara. Negara ini berbentuk Monarki yang dipimpin oleh Raja dan keluarganya.  banyak orang tidak menyadari keberadaan Qatar *termasuk aku*. Barulah ketika  menjadi tuan rumah ASIAN games tahun 2006 nama Qatar mulai terdengar, dan siapa yang menyangka suatu hari aku bakal pergi dan bekerja disana. Namun sekarang nama Qatar sudah mulai terdengar di dunia karena Qatar resmi terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia tahun 2022

Satu kata yang bisa menggambarkan Qatar adalah “kaya”. Yup, negara ini luar biasa kaya nya, sumber pengasilan utamanya adalah gas alam dan minyak bumi sebagaimana negara2 Arab pada umumnya.

Kandungan gas dan minyak bumi Qatar sangatlah banyak, bahkan termasuk yang terbesar didunia, mereka bisa memproduksi 77 juta ton gas alam pertahun dan mengekspornya ke negara-negara lain.

 

Tak heran jika penduduk lokal nya, atau biasa disebut “Qatari” memiliki kekayaan yang sangat-sangat besar. Seakan uang tidak ada harganya bagi mereka, mobil mewah jenis apapun dapat kita temui disini dan tidak menjadi hal yang aneh ketika kita melihatnya di jalan.

Harga 1 liter bensin disini lebih murah dari sebotol air mineral, yaitu 0.70 Riyal (70  dirhams) sekitar Rp.1750 / liter nya. Jadi bahan bakar sama sekali bukan masalah disini, yang jadi masalah hanyalah tingkat kemacetan yang kian hari kian buruk diakibatkan saking banyaknya mobil2 pribadi. Harga mobil disini memang lebih murah dibanding di Indonesia, sekitar 3 kali lebih murah dikarenakan rendahnya pajak dinegara ini. Contohnya harga sebuah Honda jazz 2008 second hand yang masih mulus sekitar Rp. 49juta.  Dan perputaran mobil pun sangat cepat karena seringnya orang berganti-ganti kendaraan.

Transportasi di negara ini hanya ada satu perusahaan milik negara yaitu “Karwa” yang mencakup bus, taksi, taksi airport, bus sekolah, dll. Terkadang sangat sulit untuk mendapatkan taksi disini dikarenakan sedikitnya unit yang beroperasi dan hanya beroperasi di daerah-daerah yang ramai saja, sangat jarang ditemui di daerah pinggiran, karenanya banyak bermunculan car-lift  atau taksi gelap dimana-mana. Bus juga hanya ada 1 bus station di Doha, jadi bus-bus hanya berputar saja dan kembali lagi ke station. … aneh emang, ya lagipula jarang yang memakai bus, hanya para pekerja saja, penduduk lokal nya mana ada yang mau naik bus. Bus hanya penuh pada hari libur saja.

Kekayaan negara ini menjadi daya tarik bagi para pencari kerja dari negara-negara lain, dan memang negara ini membutuhkan tenaga kerja asing dalam segala sektor (bahkan polisi dan militernya), karena para penduduk aslinya rata2 memiliki bisnis keluarga dan cenderung tidak mau bekerja *mungkin karena sudah terlalu banyak uang*. Jadilah negara ini dipenuhi para pendatang dari mana-mana, ada para expatriate yang bekerja di perusahaan2 besar dan minyak, kemudian para pekerja menengah yang bekerja di kantor2, toko2, mall2 dll . *aku termasuk didalamnya ^^ * . lalu ada juga para pembantu rumah tangga dan buruh-buruh pabrik dan bangunan .

Disini negara sangat mengutamakan wanita dan keluarga, ada beberapa tempat yang hanya terbuka untuk keluarga, seperti mall pada akhir pekan dan hari-hari besar, jadi jika aku pergi kesana pada saat itu aku tidak akan diperbolehkan masuk *kecuali jika kita bekerja disana*. Hal ini juga berlaku di taman-taman dan tempat rekreasi. Oleh karenanya aku malas kalau dapat libur dan harus pergi pada akhir pekan. Oya karena disini merupakan negara Arab maka hari libur tiap minggunya adalah hari Jum’at.

Negara ini benar2 ingin menjadi negara olah raga, banyak sekali fasilitas-fasilitas olah raga yang modern, baik yang sudah jadi maupun yang masih dibangun, banyak pula event-event olah raga kelas dunia yang di gelar disini, dan dengan terpilihnya Qatar sebagai tuan rumah piala dunia 2022 maka terwujudlah impian terbesar Qatar.

Hmm trus apalagi ya …. Oh masalah tempat tinggal, harga sewa kamar disini sangat-sangat mahal jadi kita harus berbagi dengan orang lain, contohnya kamar aku sekarang perbulannya kita harus membayar 3000 QR atau sekitar Rp. 7.350.000 (muahaal bgt bukan? Di Indonesia kita bisa dapet kontrakan satu rumah untuk satu tahun dengan nilai segitu), aku tinggal bersama 5 org lainnya jadi hanya membayar 500 QR/ bulan.

Biaya hidup disini juga lumayan tinggi, sekali makan bisa habis sekitar 10-20 QR (Rp.25ribu-50ribu) itu pun yang paling murah,  McDonalds, KFC termasuk makanan yang murah, namun aku lebih memilih untuk makan di rumah makan india dari pada harus makan junk food seperti itu. Karena kita bisa makan nasi dengan porsi yang banyak. 🙂

Itulah sedikit cerita tentang Qatar dari aku , sekedar berbagi pengalaman aja, semoga bisa menambah pengetahuan sobat-sobat blogger semua

salam